Ibrahim bin Adham menjumpai seorang pria yang tengah muram. Ia lalu berkata, “Aku tanya oleh engkau tentang tiga hal, jawablah olehmu pertanyaan ini.
Apakah sebuah benda didunia ini akan bergerak apabila Allah SWT tidak menginginkannya? Apakah rezeki yang telah ditakdirkan Allah bagimu akan berkurang? Atau ajalmu yang dituliskan olehNya bisa dimajukan atau dimundurkan beberapa saat? Laki-laki itu menjawab: “Tidak”. Kemudian Ibrahim bin Adham berkata, “Jadi atas dasar apa kegelisahan dan kesedihan ini? Kalau rezeki, usia, dan kematian semuanya telah ditentukan Allah SWT, lantas atas dasar apa kita bersedih? Tidak ada alasan bagi kita bersedih dan berputus asa atas musibah yang menimpa. Karena musibah adalah mutiara yang mengandung sejuta hikmah bagi orang yang beriman.
“Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuanKu dan tidak sabar atas musibah dariKu, maka carilah tuhan selain Aku. (HR. Bukhari dan Muslim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar